Bercinta Dengan Adik Kandung



Kehidupan Malam - Cindy, 21 tahun, adalah mahasiswi dari salah satu Perguruan Tinggi cukup ternama di Bandung. Sangat cantik, kulit putih, tinggi badan sekitar 165 cm mungkin lebih, buah dada tidak terlalu besar tapi terlihat kenyal dan menantang dibalik kaos atau kemeja ketat yang suka dia pakai. Di kampus, Cindy berpacaran dengan seniornya, Frankie, 25 tahun. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Cantik dan ganteng. Usia hubungan mereka yang sudah cukup lama, juga karena gaya hidup mereka yang bisa dibilang bebas, mereka sudah sering melakukan hubungan badan.

Agen Poker Online  

“Cindy, aku pengen nih?” kata Frankie berbisik kepada telinga Cindy suatu saat di kantin kampus.
“Dasar.. Kamu kan sudah aku kasih semalam,” ujar Cindy sambil mencubit tangan Frankie.
“Tapi sekarang aku horny, nih…” ujar Frankie sambil mengusap selangkangannya.
“Ini kan masih di kampus.. Emangnya mau main di kantin sini?” tanya Cindy sambil menatap Frankie.
“Kita ke aula, yuk!” ajak Frankie sambil tersenyum.
“Kita tidak usah main, isepin saja punya aku, ya…” pinta Frankie.


Cindy tersenyum sambil bangkit. Setelah membayar jajanannya, mereka bergegas menuju aula yang memang selalu sepi kalau hari biasa. Mereka tidak langsung masuk, tapi sebentar melihat dulu situasi yang ada. Setelah dinilai aman, mereka segera masuk. Lalu mereka langsung menuju balik panggung podium. Frankie menarik tangan Cindy agar mendekat. Lalu sambil mengecup bibir Cindy, Frankie membuka sabuk dan resleting celananya. Setelah itu diperosotkan celananya sampai lutut.
“Ayo dong, sayang.. cepat isep,” pinta Frankie tak sabar.


Terlihat celana dalam bagian depannya sudah menggembung. Cindy tersenyum lalu berjongkok.
“Tidak sabaran amat sih,” ujar Cindy sambil mengelus celana dalam Frankie yang menggembung.
Sejurus kemudian diperosotkan celana dalam Frankie sampai lutut. Kemaluan Frankie yang sudah tegang dan tegak lalu dikocoknya perlahan sambil sesekali ujung lidah Cindy menjilat lubang kemaluan Frankie.


“Uhh…” Frankie mendesah sambil menatap wajah Cindy.
Tak lama mulut Cindy sudah penuh mengulum kemaluan Frankie yang besar. Jilatan dan hisapan serta kocokan tangan Cindy membuat Frankie terpejam dan memompa pelan kemaluannya di mulut Cindy.

“Ohh.. Terus sayangg.. Ohh…” desah Frankie.
Selang beberapa menit, tubuh Frankie mengejang. Didesakannya kepala Cindy ke selangkangannya. Kemaluannya agak ditekan dalam-dalam ke mulut Cindy. Lalu..

“Crott! Crott! Crott!” Air mani Frankie keluar di dalam mulut Cindy. Cindy dengan mendongak menatap Frankie sambil menelan semua air mani Frankie di mulutnya. Sambil tersenyum Cindy bangkit berdiri lalu memeluk dan melumat bibir Frankie. Frankiepun dengan hangat membalasnya..
“Sudah puas?” tanya Cindy sambil merapikan pakaian Frankie.


Frankie tersenyum lalu mengecup bibir Cindy. Merekapun keluar aula..
Suatu hari selesai jam kuliah, Frankie mengantar Cindy pulang. Setiba di rumah, adik kandung Cindy, Andri, sedang menonNdro televisi.


“Kamu tidak sekolah, Ndro?” tanya Cindy sambil duduk di depan adiknya itu.
“Males ah.. Aku bolos hari ini?” kata Andri santai sambil tiduran di kursi dan menaikkan satu kakinya ke sandaran kursi.
“Gila kamu!” hardik Cindy.
Andri tetap diam tak memberikan reaksi sambil terus menonton televisi.
“Nik, aku pulang dulu ya?” kata Frankie.
“Aku harus ketemu teman nih.. Sudah janji,” kata Frankie sambil bangkit lalu menghampiri Cindy.
“Iya deh.. Jangan nakal ya?” kata Cindy.
“Iya…” kata Frankie sambil mengecup pipi Cindy.
“Aku pulang dulu ya, Ndro…” kata Frankie.
“O, iya…” kata Andri sambil tersenyum sementara kakinya tetap naik di sandaran kursi. Frankiepun segera pulang.
“Mama kemana sih,” tanya Cindy.
“Tadi sih bilangnya mau ke Mall beli sesuatu,” kata Andri.

Bandar Poker Online 

Mereka terdiam sambil menonton acara di televisi. Tiba-tiba mata Cindy menoleh ke Andri ketika adiknya itu menggaruk pahanya karena gatal. Dan dengan santai, Andri menggaruk pahanya terus sampai ke pangkal paha. Celana pendeknya ikut naik seiring garukan tangan. Cindy sebetulnya merasa biasa saja melihat hal itu. Tapi ketika tangan Andri agak lama menggaruk selangkangannya, mata Cindy melihat sebagian celana dalam Andri menyembul. Terutama bagian depan celananya yang jadi perhatian Cindy. Entah perasaan apa yang datang dalam hati Cindy, yang jelas mata Cindy terus tertuju ke arah selangkangan Andri walau Andri sendiri sudah selesai menggaruk dan merapikan celana pendeknya.


“Kenapa sih kamu melototin celana aku?” tanya Andri mengagetkan Cindy.
“Eh.. Ihh! Aku tidak lihat apa-apa kok,” kata Cindy sambil memalingkan wajahnya dan pura-pura menonNdro televisi lagi.
“Kamu tuh horny ya lihat aku garuk selangkangan?” kata Andri sambil tertawa.
“Yee..!!” teriak Cindy lalu tertawa sambil melempar Andri dengan bantal. Andri juga tertawa.
“Eh, kamu sudah pernah begini tidak dengan si Frankie?” tanya Andri sambil menyelipkan jempol tangannya diantara telunjuk dan jari tengah.
“Kamu nanya apaan sih? Tau ah!” kata Cindy sambil melotot.
“Aku kan cuma nanya…” kata Andri tenang.

Agen Judi Online 

Cindy bangkit lalu menghampiri Andri. Diambilnya bantal lalu dipukulkannya ke wajah Andri.
“Nakal kamu ya!” kata Cindy sambil tertawa dan terus memukulkan bantal.
Andri pun tertawa sambil mencoba merebut bantal. Ketika sudah terebut, ditariknya bantal tersebut sampai Cindy ikut terjatuh menimpa badan Andri di kursi. Sesaat Tubuh Cindy berada di atas tubuh Andri. Entah kenapa perasaan Cindy yang tadi datang tiba-tiba datang lagi ketika tubuhnya berada di atas tubuh Andri. Apalagi ketika wajah mereka sangat berdekatan hampir bersentuhan. Mereka saling bertatapan sambil diam.


Entah gairah seperti apa yang menuntun bibir Cindy mengecup dan melumat bibir Andri. Andri pun dengan hangat membalas ciuman kakaknya itu. Tangan Andri dengan lembut mengusap punggung Cindy lalu turun dan mulai meremas pantat Cindy. Mereka berdua terus menikmati ciuman demi ciuman dengan mata terpejam dan nafas mulai memburu.


“Pindah yuk?” bisik Cindy.
“Kamar siapa?” tanya Andri.
“Kamar kamu,” bisik Cindy lagi.

Mereka segera bangkit lalu menuju kamar Andri. Andri, waktu itu 17 tahun, masih duduk di bangku SMA. Wajah ganteng, malah mirip dengan Cindy. Sebagai pemuda yang mulai masuk pubertas, obsesinya terhadap seks sangat besar. Mulai dari bacaan, majalah dan film porno banyak dia koleksi. Di kamarnyapun banyak tertempel poster-poster porno. Di dalam kamar, mereka kembali berciuman di atas ranjang. Elusan, rabaan, dan remasan pada tubuh masing-masing sudah mulai gencar dilakukan. Andri yang baru pertama kali menyentuh wanita terlihat sangat agresif. 


Tangannya segera melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh Cindy. Kemudian Andri melepas pakaiannya sendiri.
“Ohh, Ndro…” desah Cindy ketika lidah Andri menjilati puting susunya sambil tangannya yang satu meremas buah dadanya. Andri terus memainkan buah dada Cindy dengan lidah dan tangannya sementara kemaluannya yang sudah tegak digesek-gesekannya ke kemaluan Cindy.
“Uhh.. Sshh…” desah Cindy sambil terpejam ketika lidah Andri turun menuruni perut lalu mulai menyusuri dan menjilati selangkangannya.

“Ooww.. Mmhh…” desah Cindy makin keras ketika belahan kemaluannya terasa hangat dan nikmat waktu lidah Andri menjilatinya. Tubuh Cindy agak melengkung merasakan nikmat ketika lidah Andri menjilati kelentitnya.
“Ohh.. Cepat masukkan, Ndro.. Cepatlahh…” desah Cindy.

Bandar Judi Online 

Andri menurut. Setelah mengelap mulutnya yang basah oleh cairan kemaluan Cindy, Andri segera mengangkangi tubuh Cindy. Diarahkan kemaluannya ke lubang kemaluan Cindy. Tangan Cindy segera memegang dan membimbing kemaluan Andri agar bisa masuk ke kemaluannya. Setelah Andri menekankan kemaluannya, bless.. cleb.. cleb.. Kemaluan Andri sudah mulai keluar masuk kemaluan Cindy. Mata Andri terpejam sambil terus menyetubuhi Cindy.


“Mmhh…” desah Andri di sela-sela genjotannya.
“Ohh.. Teruss.. Teruss.. Mmhh…” desah Cindy sambil memeluk tubuh adiknya itu. Andri terus memompa.
“Mmhh.. Aku capek…” bisik Andri.
“Gantian…” bisiknya lagi.

Cindy mengangguk sambil tersenyum. Andri mencabut kemaluannya lalu merebahkan badannya. Cindy langsung bangkit lalu naik ke atas tubuh Andri dan mengarahkan lubang kemaluannya ke kepala kemaluan Andri. Kemudian dengan mata terpejam sambil memeluk tubuh Andri, pinggul Cindy bergerak naik turun sesekali berputar dan menekankan kemaluannya keras ke kemaluan Andri. Desahan-desahan kenikmatan memenuhi kamar Andri yang memang sudah terhias dengan poster-poster porno menambah suasana romantis adik kakak kandung tersebut. Tak lama gerakan Cindy makin cepat dan keras, tangannya mencengkram pundak Andri. Dengan mata terpejam terdengar desahan panjang dari mulut Cindy.


“Ohh.. Uuhh…” desah Cindy sambil mendesakkan kemaluannya ke kemaluan Andri lebih dalam. Kemudian tubuh Cindy lemas.
“Sudah?” tanya Andri
.
Cindy mengangguk sambil tersenyum lalu turun dari badan Andri. Andri segera menaiki lagi tubuh Cindy. Kembali kemaluannya keluar masuk kemaluan Cindy lebih hebat karena Andri ingin segera mendapat kepuasan. Semakin lama gerakan Andri semakin cepat, sampai akhirnya dengan cepat Andri mencabut kemaluannya dari kemaluan Cindy. Kemudian disodorkan kemaluannya ke mulut Cindy. Setelah sedikit mengelap kemaluan Andri yang basah, Cindy segera menghisap kemaluan Andri sambil mengcocoknya. 

Tak lama kemudian Cindy merasakan kemaluan Andri berdenyut dan terasa ada cairan hangat dan asin di lidahnya yang keluar dari kemaluan Andri. Andri mengejang ketika air maninya menyembur di dalam mulut Cindy. Cindy dengan tenang menelan semua air mani Andri, lalu menjilati sisa air mani yang ada di kepala kemaluan Andri sampai bersih. Andri merebahkan tubuhnya di samping tubuh Cindy.

“Kamu hebat,” puji Cindy.
Andro tersenyum sambil mengecup pipi Cindy. Kemudian mereka bangkit lalu berpakaian.

*****

Sesuai dengan cerita dari Cindy, persetubuhan dengan Andri berlangsung sampai sekarang walau Cindy sudah menikah dengan Frankie dan dikaruniai 2 orang anak. Bahkan menurut Cindy juga, satu hari menjelang pesta pernikahan dengan Frankie, dia dan Andri sengaja menyempatkan diri pergi ke hotel dan menumpahkan semua kasih sayang disana selama beberapa jam sebagai tanda hadiah perkawinan. Andri juga sekarang sudah menikah, dikaruniai 1 orang anak.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.